KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI PROVINSI BALI MENERIMA KUNJUNGAN BISNIS DUTA BESAR REPUBLIK INDONESIA UNTUK REPUBLIK KAZAKHSTAN DAN KONSULER PERDAGANGAN REPUBLIK PERU

Dalam rangkaian menghadiri kegiatan The Sixth Global Forum United Nations Alliance of Civilizations yang berlangsung dari tanggal 29 – 30 Agustus 2014 di Nusa Dua Bali, pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2014 yang lalu Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan Bapak Foster Gultom dan Konsuler Perdagangan Republik Peru di Jakarta Bapak Juan Carlos Valdivia menyempatkan waktu mengadakan pertemuan bisnis dengan Jajaran Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali. Dihadapan Jajaran Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Konsuler Perdagangan Republik Peru menyampaikan maksud dan tujuan daripada kunjungan bisnisnya ke Bali.

DSC05022

Dalam pertemuan bisnis yang bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bali pukul 14.00 Wita berlangsung penuh kekeluargaan dan keakraban dengan Pengusaha Bali yang difasilitasi oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali Bapak Gde Sumarjaya Linggih, SE, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan menyampaikan maksud pertemuan adalah untuk membangun akses dan jejaring hubungan antara Kedutaan Besar Republik Indonesia Astana dan pelaku usaha di Bali, serta membahas upaya-upaya promosi yang dapat diselenggarakan dalam rangka mengembangkan industri, perdagangan dan pariwisata dengan Bali.

Sebagai informasi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Astana yang baru tiga tahun lebih berfungsi sejak dibuka tanggal 29 Desember 2010 telah memberikan kontribusi yang sinifikan dalam peningkatan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Kazakhstan, terutama terjadinya peningkatan kunjungan wisata ke Bali yang mencapai kisaran 400 – 500 wisatawan. Kazakhstan merupakan negara terbesar dan terkaya pecahan Uni Soviet memiliki potensi alam yang berlimpah teruma potensi tambang, migas, kapas dan lain-lain yang sangat berpeluang untuk dapat dikerjasamakan dengan Indonesia, khususnya peluang kerja sama investasi besar-besaran dalam berbagai bidang dengan pelaku usaha Bali. Dilain pihak Gde Sumarjaya Linggih, SE Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali menyampaikan paparan tentang potensi dan peluang yang dimiliki Bali sebagai iconnya pariwisata Indonesia. Pembangunan Bali dittitikberatkan pada aspek pertanian, pariwisata dalam arti luas, perdagangan, jasa dan lain-lain sangat berpeluang untuk dapat dikerjasamakan dengan Pemerintah dan Pengusaha Kazakhstan. Kedua belah pihak berharap, mudah-mudahan segala potensi dan peluang yang dimiliki oleh Bali maupun Kazakhstan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha masing-masing.

Selanjutnya pada pukul 16.00 Wita di tempat yang sama, Gde Sumarjaya Linggih, SE Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali memimpin pertemuan bisnis antara Juan Carlos Valdivia Konsuler Perdagangan Republik Peru dengan Pengusaha Bali yang berlangsung sangat menarik, akrab dan penuh kekeluargaan. DSC05036

Dalam pertemu an dimaksud disampaikan melalui power point berbagai bidang peluang kerja sama dagang dengan Negara Peru diantaranya kerja sama dalam bidang makanan, minuman, sea food, permen/manisan, coklat, perhiasan, barang-barang kerajinan serta kerja sama dalam bidang pertambangan emas, migas dan lain-lain. Dibidang pertambangan Peru sudah sangat berpengalaman mengerjakan proyek-proyek investasi pertambangan yang yang menguntungkan kedua pihak. Potensi alam yang melimpah merupakan peluang yang dapat dikerjasamakan dengan pelaku usaha Bali. Oleh karena itu kedua pihak sepakat mendorong para pelaku usaha masing-masing untuk dapat melakukan penjajakan peluang kerja sama bisnis dalam berbagai bidang. Mengingat Bali merupa kan destinasi wisata unggulan bagi Indonesia, maka pihak Kantor Perdagangan Peru di Jakarta diharapkan dapat menjembatani peningkatan kunjungan wisata masyarakat Peru ke Bali, mengingat Bali memiliki keunggulan dan keunikan alam, adat dan budaya yang adi luhung serta pernak-pernik kerajinan yang sudah sangat terkenal di manca negara. Pertemuan semacam ini perlu lebih sering diadakan dengan melibatkan lebih banyak lagi para pelaku usaha kedua belah pihak, tandas Gde Sumarjaya Linggih, SE.

Ketua Umum KADIN Provinsi Bali menyampaikan sambutan pada acara Pembukaan Musyawarah Kabupaten Ke-IV Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Gianyar.

DSC04974Gde Sumarjaya Linggih, SE selaku Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali menyampaikan sambutan pada acara Pembukaan Musyawarah Kabupaten Keempat Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Gianyar. Dihadapan ratusan pengusaha yang menghadiri acara Pembukaan Musyawarah Kabupaten Keempat Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Gianyar berharap agar Musyawarah Kabupaten yang merupakan perangkat organisasi sebagai lembaga perwakilan anggota dan merupakan lembaga kekuasaan tertinggi yang diselenggarakan sekali dalam lima tahun perjalanan organisasi Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Gianyar, tidak hanya sekedar helatan serimonial penyampaian pertanggungjawaban Pengurus, menyusun program kerja dan arah kebijakan organisasi, pemilihan dan pengangkatan pengurus baru, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Musyawarah Kabupaten Keempat Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Gianyar dapat mempersiapkan pelaku usaha Gianyar yang siap menghadapi MEA 2015 serta mampu memenangkan persaingan di tingkat regional maupun global. Disamping itu tokoh-tokoh pengusaha Gianyar yang terpilih dan masuk dalam struktur kepengurusan Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Gianyar Masa Bakti 2014 – 2019 hendaknya pigur-pigur pengusaha yang siap dan mau mengabdi untuk membesarkan organisasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Gianyar kedepan.

main-APEC

   PARTISIVASI KADIN BALI DALAM KEGIATAN KTT APEC 2013

Dalam rangka kegiatan penyelenggaraan KTT APEC Tahun 2013 di Bali, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bali berpartisivasi aktif dalam beberapa kegiatan, baik dalam rapat-rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali maupun rapat-rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Republik Indonesia.

Drs. I Ketut Kantun selaku Direktur Administrasi dan Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bali lebih jauh menjelaskan, beberapa partisivasi aktif yang telah dilakukan Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali dalam persiapan pelaksanaan KTT APEC Tahun 2013 di Bali diantaranya; Rapat Koordinasi Persiapan KTT APEC SME Ministerial dan Related Meetings yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali dengan narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 26 Pebruari 2013 bertempat di Hotel Ayodya Nusa Dua Bali. Diskusi Sehari “Optimalisasi Pemanfaatan APEC 2013 Bagi Indonesia Sebagai Tuan Rumah” yang diselenggarakan oleh Kantor Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia pada hari Selasa tanggal 9 April 2013 di Hotel Pullman Kuta Bali. Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Kantor Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia pada hari Kamis – Jumat tanggal 23 – 24 Mei 2013 di Inna Sindhu Beach Hotel Sanur Bali dengan topik “APEC Green Technology SMEs Business Partnership Forum”.  

Senin tanggal 24 Juni 2013 bertempat di Grand Inna Kuta Beach Hotel Kuta Bali, Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali berpartisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi II Persiapan Penyelenggaraan KTT APEC SME Ministerial dan Related Meetings yang diselenggarakan Kantor Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Rapat Koordinasi II dimaksudkan mematangkan hasil-hasil Rapat Koordinasi I sebagai program pelaksanaan KTT APEC 2013 bidang Koperasi dan UKM Negara-Negara Anggota APEC. Guna lebih mematangkan dan finalisasi program kegiatan KTT APEC 2013, Kantor Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia mengadakan Rapat Koordinasi III yang merupakan rapat final pembahasan dan pelaksanaan program KTT APEC SME Ministerial dan Related Meeting. Dalam Rapat Koordinasi III (rapat final) ini Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali juga diundang untuk ikut membahas program kerja KTT APEC 2013 bidang Koperasi dan UKM.

Menyinggung program kerja yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara “Indonesia International SME Exhibition” yang diselenggarakan dari tanggal 4 – 7 September 2013 di Hall Bali Nusa Dua Convention Center, Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali terlibat aktif dari awal pembahasan event dimaksud, bahkan diakhir-akhir menjelang pelaksanaan acara pembukaan, Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali diberikan kehormatan 1 (satu) stand/both untuk diisi oleh UKM binaan Kadin, dan mengingat waktunya sangat mendesak, maka stand dimaksud diisi oleh Pengrajin Uang Kepeng Kamasan Klungkung Bali, Pengrajin Kain Rang Rang Nusa Penida Klungkung dan Pengrajin Perak Celuk Gianyar. Sementara itu Kantor Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia memberikan kesempata kepada Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali untuk terlibat aktif dalam acara “APEC Workshop on Doing Business in APEC Region” pada hari Kamis tanggal 5 September 2013 bertempat di Hotel Westin Nusa Dua Bali. 

Guna lebih memantapkan partisivasi Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali dalam hajatan KTT APEC 2013 di Bali, Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali telah mengeluarkan Keputusan dengan Nomor : Skep/04/ DP/IX/2013 tertanggal 12 September 2013 tentang PembentukanTim Pelaksana Menyambut Pelaksanaan KTT APEC Tahun 2013 di Bali, dengan Susunan dan Komposisi Personalia sebagai berikut : Penasehat  : Ketua Umum Kadin Bali, Ketua  : Ida Bagus Surakusuma (Lolec), Wakil Ketua  : Ir. Dolly Suthajaya N. M. Com, Sekretaris  : IGA. Agung Inda Trimafo Garritt, Bendahara  : Gede Dananjaya Siadja, B. Com, dan dibantu dengan beberapa anggota yaitu : Ir. Putu Arya Sedhana; Ketut Dharma Eka Putra Siadja; Ir. Bagus John Sujayana, MT; Ir. I Made Ardana, MSi;      Ir. Gede Agus Hardyawan; Ayu Arni, SE; Nieniek Hanoppo dan Siti Ratna Kusuma.                  

Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 20 September 2013 pukul 12.00 – 14.00 Wita bertempat di Kopi Bali Sanur  Denpasar,  Tim Pelaksana mengadakan rapat perdana yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Ida Bagus Surakusuma (Lolec) membahas beberapa agenda penting diantaranya; kemungkinan partisivasi Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali dalam kegiatan Pameran KTT APEC 2013 di Nusa Dua, memfasilitasi Jajaran Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali dalam mengikuti event-event penting KTT APEC 2013 di Nusa Dua dan sebagainya.

Ismail Cawidu selaku Sekretaris Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dalam suratnya bernomor : 745/KOMINFO/DJIKP.1/KS.02.05/09/2013 tertanggal 17 September 2013  menjelaskan bahwa dalam rangka Pertemuan  Puncak Pemimpin Ekomnomi dan Bisnis APEC 2013 di Bali, Kementerian Kominfo selaku Ketua Bidang Humas dan Media Ketuan-rumahan APEC 2013 bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bermaksud mensosialisasikan kegiatan tersebut kepada masyarakat, khususnya masyarakat pariwisata serta usaha kecil dan menengah di Bali. Pertemuan Puncak ini dimulai sejak pertemuan Pejabat APEC Senior (ASOM), tingkat Menteri (AMM) dan tingkat Pemimpin (AELM) termasuk Pemimpin Bisnis terkemuka(CEO Summit) mulai tanggal 2 – 8 Oktober 2013. Tidak kalah menariknya adalah Spouse Program yang akan dipadati dan menampilkan kegiatan khas seni dan budaya Bali. Diharapkan sekitar 3500 media, 6000 delegasi serta ribuan peserta, tamu, pengamat, organisasi mitra APEC dan panitia akan menghadiri dan turut memeriahkan KTT APEC 2013 ini.

Kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat turut memeriahkan KTT APEC ini sekaligus dapat merupakan suatu peluang istimewa yang digunakan untuk mempromosikan berbagai fasilitas, layanan maupun produk Kadin Bali kepada para delegasi sehingga para pengusaha terutama usaha mikro, kecil dan menengah dapat memperoleh kesempatan mempromosikan usahanya kepada para delegasi APEC 2013, serta kehadiran masyarakat dalam memeriahkan Unthinkable Week APEC 2013. Sosialisasi yang direncanakan akan diselenggarakan pada hari Jumat tanggal 20 September 2013  batal dilaksanakan karena para pejabat yang telah dijadwalkan datang ke Bali memberikan materi sosialisasi secara mendadak harus mengikuti acara Presiden Republik Indonesia. Akan tetapi menurut rencana kegiatan sosialisasi acara KTT APEC 2013 akan tetap diupayakan untuk dapat dilaksanakan sebelum pelaksanaan Pertemuan Puncak Pemimpin Ekonomi dan Bisnis APEC 2013 di Bali. (Semoga, Astungkara).

                                                                                                                              

 

Koperasi Pengusaha Kecil Kadin Bali diaktifkan kembali

    Menunjuk Berita Acara Rapat Anggota Luar Biasa/Istimewa Koperasi Pengusaha Kecil Kadin Bali yang disampaikan oleh Ketua Koperasi pada Hari Jumat, tanggal 9 Maret 2011, serta memperhatikan petunjuk dan arahan dari Ketua Umum Kadin Bali, maka Kadin Bali bermaksud mengaktifkan kembali Koperasi Pengusaha Kecil Kadin Bali dengan akte Pendirian No.36/BH/KWK.22/IX/1997 tertanggal 6 September 1997 dengan Susunan Pengurus Koperasi yang baru seperti yang terlampir dibawah ini :

Nama Koperasi  : Koperasi Pengusaha Kecil Kadin Bali
Akte Pendirian   : 36/BH/KWK.22/IX/1997 Tgl.6 September 1997
Jenis Usaha       : Jasa

             Susunan Pengurus
         Koperasi Pengusaha Kecil Kadin Bali

Pengawas
 - Ketua             : Ir. Putu Arya Sedhana
 - Sekretaris     : Ir. Made Astana,MBA
 - Anggota         : 1. I Ketut Oka Mantara,SE
                             2. Siti Ratna Kusuma
                             3. I Made Swastika,SE
                             4. I Gusti Ngurah Daniel Yunanda Yudha

Pengurus Koperasi
 - Ketua              : I Nyoman Gede Swastika,SH
 - Sekretaris      : Drs. Ketut Kantun
 - Bendahara     : 1. IGA. Adi Sriyanti
                              2. Komang Candra Dewi
 - Surat Menyurat : 1. I Wayan Resik
                                  2. I Putu Kusuma Wardana,S.Kom